Jumat, 17 Mei 2013

5 Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Al-Qur’an


Al-Qur’an... Kitab suci Umat Islam yang pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Al-Qur’an adalah kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau-lah Nabi & Rasul terakhir, pun dengan Al-Qur’an yang menjadi kitab suci terakhir. Al-Qur’an bukan dibuat oleh Nabi Muhammad, sebab beliau tidak bisa membaca. Nabi Muhammad SAW hanyalah perantara dari Allah SWT kepada seluruh manusaia.

Sebagai umat Islam, tentu Al-Qur’an tidak akan kita biarkan begitu saja sebagai pajangan, koleksi, atau apa pun.. Selain 5 rukun Islam, kita pun memiliki 5 kewajiban terhadap Al-Qur’an.. Berikut ke-5 kewajiban tersebut:


1)     At Tilawah (dibaca)
At Tilawah artinya membaca. Mengapa wajib dibaca? Sebab tanpa dibaca mustahil untuk mengerti maknanya, dapat mengamalkannya, bahkan menyampaikannya. Bicara masalah membaca, hukum membaca Al-Qur’an dengan benar (memakai tajwid) adalah Fardhu ‘Ain (wajib untuk setiap orang). Sementara hukum mempelajari ilmu tajwid tersebut adalah Fardhu Kifayah (wajib untuk sekelompok orang, apabila sudah ada yang menjalankan maka gugurlah kewajiban untuk sekelompok orang itu). Jadi mau tidak mau kita harus tetap mempelajari ilmu tajwid walau sedikit, sebab akan sangat sulit untuk membaca dengan tajwid yang benar pabila kita tidak mengerti ilmu tajwid sama sekali.

2)     Al Hifzu (dihafal)
Menghafal... Mengapa Al-Qur’an wajib dihafal? Sebab apabila tidak dihafal tentu akan sulit untuk mengamalkannya. Misalnya Anda ingin sholat, namun tidak hafal Al-Fatihah dan surat pendek, tentu akan menyulitkan Anda saat sholat. Masalah menghafal ini tidak mesti seluruh isi Al-Qur’an yang kita hafalkan. Minimal surat-surat pendek untuk bacaan sholat kita. Pun apabila kita sering membaca Al-Qur’an, nantinya kita akan hafal dengan sendirinyaJ

3)     Al Fahmu (dipahami)
Memahami Al-Qur’an wajib bagi setiap muslim, mengapa? Sebab salah satu tujuan membaca adalah untuk memahami. Pun sebelum kita mengamalkan sesuatu, kita harus memahami dulu sesuatu itu, supaya tidak salah dalam mengerjakannya. Sama halnya dengan Al-Qur’an... Ia adalah pedoman hidup yang paling lengkap. Tentu apabila kita memahaminya, akan mempermudah kita dalam mengamalkan isinya.

4)     Al A’malu (diamalkan)
Seorang yang memahami dan mengerti sebuah kebaikan namun tidak mengamalkan bagaikan lebah yang tidak menghasilkan madu.. Al-Qur’an ada sebagai pedoman hidup manusia untuk diamalkan isinya, supaya manusia dapat menjalani hidup ini dengan baik sesuai yang diridhoi oleh Allah SWT.

5)     Ad Da’wah (disampaikan)
Kebaikan bukanlah hanya untuk diri sendiri saja. Alangkah baiknya apabila ia dapat dirasakan oleh orang lain. Kebaikan yang terus menyebar ini akan menjadi lahan pahala yang terus mengalir bahkan apabila kita sudah meninggal sekalipun, kebaikan itu akan terus mengalir layaknya air zamzam yang tak pernah berhenti memancar.
Diluar sana masih banyak umat Islam yang belum mengetahui kewajiban-kewajiban ini. Sebagai sesama muslim tentu kita wajib memberitahu mereka. Mereka adalah saudara se-iman kita. Jangan biarkan mereka membiarkan Al-Qur’an tergeletak begitu saja hingga berdebu..

0 komentar:

Posting Komentar